Senin, 14 Desember 2015

FANFIC MAHAPUTRA




PRAJA FANFIC










TITTLE           :  ҉҉҉҉ THE DIFFICULT LOVE  ҉҉҉҉         
AUTHOR        :  GITA DHARMA YANTI

҉҉҉҉ THE DIFFICULT LOVE  ҉҉҉҉
( chapter 1 )

Di pagi yang cerah langkah kaki para siswa mulai menapaki halaman utama Rajputana High School (RHS). Hari ini merupakan awal tahun ajaran baru, itu sebabnya suasana di RHS terasa berbeda. Banyak pelajar lulusan Sekolah Menengah Pertama yang mendaftarkan diri di RHS karena, sekolah ini adalah salah satu Sekolah Menengah Atas terfavorit di India. Sebelum mereka resmi menjadi pelajar RHS para calon siswa harus mengikuti prosedur yang berlaku, tak terkecuali mengikuti MOS yang akan dimulai hari ini. Bel berkumpul telah berbunyi.  Seluruh calon siswa berkumpul di halaman sekolah.

“ semuanya saya mohon perhatian !” Ashoka yang merupakan Ketua OSIS RHS berdiri di depan calon siswa  untuk memberi sambutan.
“kami  para OSIS Rajputana High School dan seluruh warga RHS menyambut para calon siswa tahun ajaran baru ini. Sebelum kalian resmi menjadi siswa RHS kalian terlebih dahulu harus mengikuti MOS selama 3 hari.” Ashoka mulai memberi  sambutan pada peserta MOS.
“kami harap kalian dapat mengikuti MOS sampai hari terakhir, dengan tertib dan disiplin.” Ashoka mengatakan dengan penekanan pada tiap kata, tanda agar seluruh peserta mengikuti perintahnya.
“ Adapun susunan acara MOS akan dibacakan sekertaris OSIS yaitu, Angkhara. Kepada Angkhara saya persilakan.” Kembali Ashoka memberi pengarahaan.

Setelah itu Angkhara selaku sekertaris OSIS membacakan susunan acara MOS dari hari pertama sampai hari terakhir. Usai membacakan susunan acara, kemudian seluruh calon siswa dibagi menjadi 12 gugus dengan jumlah 30 orang per-gugusnya. Setelah pembagian gugus selesai calon siswa menuju ruangan yang telah ditentukan untuk pelaksanaan MOS indoor. Saat istirahat  adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh semua siswa, begitu bel istirahat berbunyi seluruh siswa berhamburan menuju kantin.

~~~~~~~OOO~~~~~~~

Seorang gadis salah satu calon siswa RHS sedang menyusuri koridor kelas X yang banyak dilalui calon siswa seperti dirinya. Berkali-kali si gadis menoleh ke kanan dan ke kiri, seperti sedang mencari sesuatu. Namun senyum merekah dari bibirnya, dia telah menemukan orang yang telah dia cari sedari tadi.


“Ajabde ?!” panggilnya kepada seorang siswi yang berjalan tak jauh didepannya.
Gadis didepannya berhenti melangkah begitu Ia mendengar namanya dipanggil. Dia menoleh ke arah sumber suara.
“ Soubagyavati ?!” balasnya sambil tersenyum menghampiri sobagyavati. Ajabde, gadis ini benar-benar anggun, dengan rambut panjangnya yang hitam legam Ia kuncir ke belakang, poninya Ia selipkan di belakang telinga kanannya. Matanya pun sangat indah khas gadis India, bibir mungil yang berwarna merah alami. Perawakannya tinggi langsing dengan kulit sawo matang, membuatnya terlihat seperti buah manggis yang hitam manis. Ajabde seperti cerminan wanita India yang cantik dan anggun.
“ Aku mencarimu kemana-mana, untung kita bertemu disini.” Soubagyavati mengawali pembicaraan.
“ Maaf Soubagyavati, sebenarnya aku juga sedang mencarimu. Ini pertama kalinya aku berada di lingkungan sekolah yang baru. Jadi karena terlalu luas aku  bingung kemana harus mencarimu. Untung kita bertemu disini.”  Ajabde berbicara panjang lebar, membuat Soubagyavati terkekeh tak dapat menahan senyumnya.
“ Sudah-sudah kau terlalu memaksakan kata-katamu. Tidak biasa kan kalau kau harus bebicara sebanyak itu. Jangan ulangi lagi Ajabde kau jadi terlihat aneh !...” Soubagyavati  kembali  tersenyum, kali ini dibarengi dengan Ajabde yang juga tersenyum kikuk didepan sahabatnya ini.
“ Ayo kita duduk di bangku taman itu !” Soubagyavati menunjuk sebuah bangku taman yang masih kosong, dan langsung menggandeng tangan Ajabde bersamanya.

~~~~~~~OOO~~~~~~~

“ Hei apa yang kau lakukan disini ?”  Soubagyavati menegur seorang siswa yang menduduki bangku taman yang sedari tadi telah diincarnya.
“ Kau sendiri apa yang kau lakukan ? sudah jelas yang aku lakukan adalah duduk di bangku taman ini.” Ucapnya dengan santai
“ Heeiihhh apa maksudmu duduk dibangku ini, cepat menyingkir dari bangkuku !” Soubagyavati mulai jengkel dengan siswa itu.
“ Bangkumu ? sejak kapan ? aku tidak mau pergi dari sini, karena sebentar lagi teman-temanku juga akan bergabung dan duduk disini.” Siswa itu juga masih menanggapi dengan santai kata-kata Soubagyavati. Dia tidak bisa membaca ekspresi wajah siswi di depannya yang menampakkan raut wajah geram.
“ Cepat  pergi, aku dan temanku ingin duduk disini !” Soubagyavati menarik lengan siswa menyebalkan itu berkali-kali agar dia beranjak pergi meninggalkan bangkunya.
Ajabde hanya bisa menjadi patung yang menonton perdebatan sahabatnya dan siswa ini.
“ Sudah Soubagyavati, kita cari tempat lain saja.”  Akhirnya Ajabde angkat bicara agar masalah tidak semakin rumit.

“ Cakraphani !” seorang berlari kearah mereka bertiga.
“AHHgghh Ahhgghh  Aku…..  tidak….. bisa…. Menemukan..nya, Aku…tidak bisa…me..nemukan Pratap.” Ujar siswa itu dengan nafas tersengal-sengal karena habis berlari.
“ Apa katamu Venidas ? kau tidak bisa menemukan Pratap ?” Cakraphani bertanya dengan mengulang ucapan Venidas.
“ ya benar. Sebaiknya kita cari dia sekarang.” Venidas menepuk pundak Cakraphani mengajaknya mencari Pratap.
“ Hmmn Ayo kita harus menemukannya.” Cakraphani berjalan menyusul Venidas yang telah mendahuluinya, tetapi dia berbalik menghampiri Soubagyavati.
“ Ingat  urusan kita belum selesai ….” Cakraphani mengacungkan telunjuknya di depan wajah Soubagyavati, lalu berlari mengejar Venidas.
“ Terserah kau saja, dasar keras kepala !” Soubagyavati membalas ancaman Cakraphani seraya berkacak pinggang.
Sementara Ajabde sibuk dengan alam pikirannya. Mematung kembali.
“ Eh.. Ajabde apa ada masalah?” Soubagyavati sukses menarik Ajabde dari alam pikirannya yang masih berputar.
“ Ehmm.. tidak ayo kita ke kantin, sepertinya perutku sudah lapar.”
“ Ayo !” Soubagyavati sangat bersemangat.

‘Pratap ? sepertinya aku pernah mendengar nama itu’ guman Ajabde dalam hati ‘tapi dimana? Kapan?’
~~~~~~~OOO~~~~~~~

Hampir seluruh penjuru RHS telah ditelusuri oleh duo sahabat, Cakraphani dan Venidas. Mereka masih berusaha menemukan Pratap yang sedari tadi tidak terlihat dimana-mana.

“ Cakraphani coba kau lihat, disana. Mungkinkah itu Pratap ?” Venidas mengarahkan telunjuknya kearah seseorang yang sedang berbaring dibawah pohon mangga yang rimbun.
“ Itu… dia , sepertinya itu  memang Pratap.” Mereka bergegas kebawah pohon itu.
“ hei… kau sedang apa disini teman ?” Cakraphani bicara dengan orang yang sedang berbaring itu, yang wajahnya tertutup buku.
“……” namun yang ditanya enggan menjawab.
“ hei.. aku bicara denganmu.” Cakraphani mengetuk buku yang menutupi wajah orang itu.
“ Ada apa Cakraphani kau mengganggu tidurku saja.” Perlahan buku yang menutupi wajahnya disingkirkan. Kini terlihat wajah rupawan milik seorang pemuda bernama ‘Pratap Singh’ sorot matanya tajam namun menghangatkan. Lekuk wajahnya menegaskan dia memiliki karakter pemberani, berwibawa, bijak, cerdas serta bertanggung jawab. Rambutnya agak keriting, selayaknya lelaki India pada umumnya. Postur tubuhnya juga proporsional dan atlethis.
“ Apa yang sedang kau lakukan ? aku tidak percaya kau bisa tidur ditempat seperti ini.” Celoteh Venidas kemudian duduk di sebelah Pratap.
“ Aku hanya ingin menikmati udara segar, itu saja.” Jawab Pratap seadanya.
“ Apa kau sedang memikirkan sesuatu ?”  kini Cakraphani ikut bergabung bersama dua sahabatnya.
“ Hmm.. apa terlihat seperti itu ?” sekilas terkulas senyum dibibir Pratap. Segera Pratap bangkit dari posisi duduknya dan meninggalkan dua sahabatnya itu dalam kebingungan.
“ kau mau kemana ?” Venidas buka suara.
“ Kantin..” sahut Pratap sembari menoleh dan tersenyum kearah dua sahabatnya.

~~~~~~~OOO~~~~~~~

* di kantin sekolah*
Dbuuuaggghhh…..
Ajabde tidak sengaja menabrak seorang siswa hingga menumpahkan saus yang mengotori seragam siswa itu.
“ ma..ma..maaf aku tidak sengaja tadi. Sekali lagi aku minta ma..maaf.” ajabde hanya bisa menunduk kemudian Ia mengeluarkan selembar saputangan dari saku bajunya.
Belum sempat Ajabde mencoba membersihkan noda sausnya, siswa itu mencengkram erat pergelangan tangan Ajabde.
Ajabde mendongak menatap Siswa tersebut, Mereka saati ini tengah menatap satu sama lain.




`````TBC`````


Tidak ada komentar:

Posting Komentar