PRAJA FANFIC
TITTLE :
҉҉҉҉ THE DIFFICULT LOVE ҉҉҉҉
AUTHOR :
GITA DHARMA YANTI
҉҉҉҉ THE DIFFICULT LOVE ҉҉҉҉
(
chapter 1 )
Di pagi yang cerah langkah kaki para siswa mulai
menapaki halaman utama Rajputana High School (RHS). Hari ini merupakan awal
tahun ajaran baru, itu sebabnya suasana di RHS terasa berbeda. Banyak pelajar
lulusan Sekolah Menengah Pertama yang mendaftarkan diri di RHS karena, sekolah
ini adalah salah satu Sekolah Menengah Atas terfavorit di India. Sebelum mereka
resmi menjadi pelajar RHS para calon siswa harus mengikuti prosedur yang
berlaku, tak terkecuali mengikuti MOS yang akan dimulai hari ini. Bel berkumpul
telah berbunyi. Seluruh calon siswa
berkumpul di halaman sekolah.
“ semuanya saya mohon perhatian !” Ashoka yang
merupakan Ketua OSIS RHS berdiri di depan calon siswa untuk memberi sambutan.
“kami para
OSIS Rajputana High School dan seluruh warga RHS menyambut para calon siswa
tahun ajaran baru ini. Sebelum kalian resmi menjadi siswa RHS kalian terlebih
dahulu harus mengikuti MOS selama 3 hari.” Ashoka mulai memberi sambutan pada peserta MOS.
“kami harap kalian dapat mengikuti MOS sampai hari
terakhir, dengan tertib dan disiplin.” Ashoka mengatakan dengan penekanan pada
tiap kata, tanda agar seluruh peserta mengikuti perintahnya.
“ Adapun susunan acara MOS akan dibacakan
sekertaris OSIS yaitu, Angkhara. Kepada Angkhara saya persilakan.” Kembali
Ashoka memberi pengarahaan.
Setelah itu Angkhara selaku sekertaris OSIS
membacakan susunan acara MOS dari hari pertama sampai hari terakhir. Usai
membacakan susunan acara, kemudian seluruh calon siswa dibagi menjadi 12 gugus
dengan jumlah 30 orang per-gugusnya. Setelah pembagian gugus selesai calon
siswa menuju ruangan yang telah ditentukan untuk pelaksanaan MOS indoor. Saat
istirahat adalah saat yang
ditunggu-tunggu oleh semua siswa, begitu bel istirahat berbunyi seluruh siswa
berhamburan menuju kantin.
~~~~~~~OOO~~~~~~~
Seorang gadis salah satu calon siswa RHS sedang
menyusuri koridor kelas X yang banyak dilalui calon siswa seperti dirinya.
Berkali-kali si gadis menoleh ke kanan dan ke kiri, seperti sedang mencari
sesuatu. Namun senyum merekah dari bibirnya, dia telah menemukan orang yang telah
dia cari sedari tadi.
“Ajabde ?!” panggilnya kepada seorang siswi yang
berjalan tak jauh didepannya.
Gadis didepannya berhenti melangkah begitu Ia
mendengar namanya dipanggil. Dia menoleh ke arah sumber suara.
“ Soubagyavati ?!” balasnya sambil tersenyum
menghampiri sobagyavati. Ajabde, gadis ini benar-benar anggun, dengan rambut
panjangnya yang hitam legam Ia kuncir ke belakang, poninya Ia selipkan di
belakang telinga kanannya. Matanya pun sangat indah khas gadis India, bibir
mungil yang berwarna merah alami. Perawakannya tinggi langsing dengan kulit
sawo matang, membuatnya terlihat seperti buah manggis yang hitam manis. Ajabde
seperti cerminan wanita India yang cantik dan anggun.
“ Aku mencarimu kemana-mana, untung kita bertemu
disini.” Soubagyavati mengawali pembicaraan.
“ Maaf Soubagyavati, sebenarnya aku juga sedang
mencarimu. Ini pertama kalinya aku berada di lingkungan sekolah yang baru. Jadi
karena terlalu luas aku bingung kemana
harus mencarimu. Untung kita bertemu disini.”
Ajabde berbicara panjang lebar, membuat Soubagyavati terkekeh tak dapat
menahan senyumnya.
“ Sudah-sudah kau terlalu memaksakan kata-katamu.
Tidak biasa kan kalau kau harus bebicara sebanyak itu. Jangan ulangi lagi
Ajabde kau jadi terlihat aneh !...” Soubagyavati kembali
tersenyum, kali ini dibarengi dengan Ajabde yang juga tersenyum kikuk
didepan sahabatnya ini.
“ Ayo kita duduk di bangku taman itu !”
Soubagyavati menunjuk sebuah bangku taman yang masih kosong, dan langsung
menggandeng tangan Ajabde bersamanya.
~~~~~~~OOO~~~~~~~
“ Hei apa yang kau lakukan disini ?” Soubagyavati menegur seorang siswa yang
menduduki bangku taman yang sedari tadi telah diincarnya.
“ Kau sendiri apa yang kau lakukan ? sudah jelas
yang aku lakukan adalah duduk di bangku taman ini.” Ucapnya dengan santai
“ Heeiihhh apa maksudmu duduk dibangku ini, cepat
menyingkir dari bangkuku !” Soubagyavati mulai jengkel dengan siswa itu.
“ Bangkumu ? sejak kapan ? aku tidak mau pergi dari
sini, karena sebentar lagi teman-temanku juga akan bergabung dan duduk disini.”
Siswa itu juga masih menanggapi dengan santai kata-kata Soubagyavati. Dia tidak
bisa membaca ekspresi wajah siswi di depannya yang menampakkan raut wajah
geram.
“ Cepat
pergi, aku dan temanku ingin duduk disini !” Soubagyavati menarik lengan
siswa menyebalkan itu berkali-kali agar dia beranjak pergi meninggalkan
bangkunya.
Ajabde hanya bisa menjadi patung yang menonton
perdebatan sahabatnya dan siswa ini.
“ Sudah Soubagyavati, kita cari tempat lain
saja.” Akhirnya Ajabde angkat bicara
agar masalah tidak semakin rumit.
“ Cakraphani !” seorang berlari kearah mereka
bertiga.
“AHHgghh Ahhgghh
Aku….. tidak….. bisa….
Menemukan..nya, Aku…tidak bisa…me..nemukan Pratap.” Ujar siswa itu dengan nafas
tersengal-sengal karena habis berlari.
“ Apa katamu Venidas ? kau tidak bisa menemukan Pratap
?” Cakraphani bertanya dengan mengulang ucapan Venidas.
“ ya benar. Sebaiknya kita cari dia sekarang.”
Venidas menepuk pundak Cakraphani mengajaknya mencari Pratap.
“ Hmmn Ayo kita harus menemukannya.” Cakraphani
berjalan menyusul Venidas yang telah mendahuluinya, tetapi dia berbalik
menghampiri Soubagyavati.
“ Ingat
urusan kita belum selesai ….” Cakraphani mengacungkan telunjuknya di
depan wajah Soubagyavati, lalu berlari mengejar Venidas.
“ Terserah kau saja, dasar keras kepala !”
Soubagyavati membalas ancaman Cakraphani seraya berkacak pinggang.
Sementara Ajabde sibuk dengan alam pikirannya.
Mematung kembali.
“ Eh.. Ajabde apa ada masalah?” Soubagyavati sukses
menarik Ajabde dari alam pikirannya yang masih berputar.
“ Ehmm.. tidak ayo kita ke kantin, sepertinya
perutku sudah lapar.”
“ Ayo !” Soubagyavati sangat bersemangat.
‘Pratap ? sepertinya aku pernah mendengar nama itu’ guman
Ajabde dalam hati ‘tapi dimana? Kapan?’
~~~~~~~OOO~~~~~~~
Hampir seluruh penjuru RHS telah ditelusuri oleh duo
sahabat, Cakraphani dan Venidas. Mereka masih berusaha menemukan Pratap yang
sedari tadi tidak terlihat dimana-mana.
“ Cakraphani coba kau lihat, disana. Mungkinkah itu
Pratap ?” Venidas mengarahkan telunjuknya kearah seseorang yang sedang
berbaring dibawah pohon mangga yang rimbun.
“ Itu… dia , sepertinya itu memang Pratap.” Mereka bergegas kebawah pohon
itu.
“ hei… kau sedang apa disini teman ?” Cakraphani
bicara dengan orang yang sedang berbaring itu, yang wajahnya tertutup buku.
“……” namun yang ditanya enggan menjawab.
“ hei.. aku bicara denganmu.” Cakraphani mengetuk
buku yang menutupi wajah orang itu.
“ Ada apa Cakraphani kau mengganggu tidurku saja.”
Perlahan buku yang menutupi wajahnya disingkirkan. Kini terlihat wajah rupawan
milik seorang pemuda bernama ‘Pratap Singh’ sorot matanya tajam namun
menghangatkan. Lekuk wajahnya menegaskan dia memiliki karakter pemberani, berwibawa,
bijak, cerdas serta bertanggung jawab. Rambutnya agak keriting, selayaknya
lelaki India pada umumnya. Postur tubuhnya juga proporsional dan atlethis.
“ Apa yang sedang kau lakukan ? aku tidak percaya
kau bisa tidur ditempat seperti ini.” Celoteh Venidas kemudian duduk di sebelah
Pratap.
“ Aku hanya ingin menikmati udara segar, itu saja.”
Jawab Pratap seadanya.
“ Apa kau sedang memikirkan sesuatu ?” kini Cakraphani ikut bergabung bersama dua
sahabatnya.
“ Hmm.. apa terlihat seperti itu ?” sekilas
terkulas senyum dibibir Pratap. Segera Pratap bangkit dari posisi duduknya dan
meninggalkan dua sahabatnya itu dalam kebingungan.
“ kau mau kemana ?” Venidas buka suara.
“ Kantin..” sahut Pratap sembari menoleh dan
tersenyum kearah dua sahabatnya.
~~~~~~~OOO~~~~~~~
* di kantin sekolah*
Dbuuuaggghhh…..
Ajabde tidak sengaja menabrak seorang siswa hingga
menumpahkan saus yang mengotori seragam siswa itu.
“ ma..ma..maaf aku tidak sengaja tadi. Sekali lagi
aku minta ma..maaf.” ajabde hanya bisa menunduk kemudian Ia mengeluarkan
selembar saputangan dari saku bajunya.
Belum sempat Ajabde mencoba membersihkan noda
sausnya, siswa itu mencengkram erat pergelangan tangan Ajabde.
Ajabde mendongak menatap Siswa tersebut, Mereka
saati ini tengah menatap satu sama lain.
`````TBC`````

Tidak ada komentar:
Posting Komentar